Beni Agustina -Mengusung Hoby Menjahit Menjadi Income Keluarga

womenpreneur surabaya,womanpreneur, inkubator bisnis, MEA 2015Benys dilahirkan di Pematang siantar Sumatra utara dengan nama Beni agustina pada tanggal 23 Agustus 1966. Sekarang tinggal di sebuah desa yaitu Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Jatim.

Benys mencintai dunia kerajinan seperti menjahit, menyulam, bordir, rajut, smock dan tak ketinggalan membuat aneka olahan yang berbahan dasar lele. Sejak kecil saya punya obsesi bisa membantu meningkatkan SDM khususnya ibu-ibu rumah tangga. Bagi saya yang terpenting adalah berkarya agar bisa menambah pendapatan keluarga dan bermanfaat untuk orang banyak.

Bisnis saya di mulai dari bawah. Untuk mengembangangkannya perlu perjuangan dan kerja keras. Saya memilih bisnis yang ada hubungannya dengan kerajinan tangan khususnya smock karena:

  1. Saya menyukai kerajinan tangan.
  2. Bahan-bahannya mudah didapat.
  3. Dapat melibatkan masyarakat banyak disekitar rumah.

Selain itu alasan saya juga memproduksi aneka olahan yang berbahan dasar lele berupa Kripik Fillet lele, Kerupuk Tulang lele, Stick lele dan lain-lain karena:

  1. Lingkungan disekitar rumah banyak pembudidaya lele.
  2. Memberi nilai tambah untuk meningkatkan harga.
  3. Untuk menstabilkan harga jual yang flutuaktif saat panen raya.

Rencana bisnis pengembangan kerajinan smock dan olahan lele adalah:

  1. Mempersiapkan SDM dalam produksi.
  2. Membuka dan meningkatkan jaringan pemasaran.
  3. Mempromosikan produk lewat multi media.
  4. Menambah relasi interpersonal dalam even-even bisnis.

Target kedepan yang saya harapkan:

  1. Produk ini dapat dikenal dan tersebar lebih luas dimasyarakat.
  2. Dapat diterima dipasar dalam negeri dan luar negeri.
  3. Dapat membuka lapangan kerja khusunya tenaga kerja perempuan yang lebih banyak.
  4. Dapat lebih banyak memberdayakan perempuan khususnya ibu-ibu rumah tangga agar bisa memanfaatkan waktu luang dengan berkarya,sehingga bisa menambah pendapatan keluarga.

Saya sadar untuk mencapai semua ini di perlukan BIDIK yaitu :

– Berani

– Disiplin

– Kerja keras

– Ikhlas

Untuk itu saya Beranikan diri untuk mengikutu program IWPC 3 Jatim dengan motivasi:

  1. Ingin mendapatkan ilmu yang lebih banyak tentang bisnis.
  2. Ingin membangun usaha yang lebih besar.

3.Ingin bangkit dari keterpurukan bisnis karena kena dampak pasca meletusnya Gunung Kelud.

  1. Ingin menambah relasi untuk dalam rangka pengembangan usaha.

Semoga dengan disiplin dan kerja keras, apa yang saya inginkan bisa tercapai. Dan apapun hasilnya saya akan iklas menerimanya.

Semoga Allah memberi ridhonya dan kemudahan untuk usaha ini dan kita semua.

Comments

comments

Share

Tri Setyaningsih – Kreasi Cantik Dengan Olah Kain

Tri-Setyaningsih.jpgDi tahun 2000 sy mencoba membuat mukena dimana atasan mukena bahan katun paris, bawahan dengan kain batik, untuk atasan mukena sy desain dg bordir dimana warna bordir menyesuaikan warna batik begitu jg bahan atasan mukena sy bikin dg warna yang senada dg warna batik….jd mukena produk sy bukan mukena yang selalu pth melainkan beraneka warna. Niat sy membuat mukena dg beraneka warna agar kita berdoa menghadap Sang Pencipta bs memakai pakaian yang paling bagus,  krn sy pikir orang sholat itu tdk sekedar hanya berdoa pada Sang Pencipta…tapi kita jg bersyukur dg apa yang sdh diberikan Allah pd kita , yang Allah pun tidak pernah meminta imbalan pd kita, alangkah senangnya Sang Pencipta apabila kita bersujud dg badan suci serta memberikan tampilan yang cantik utk bermunajat kpd Nya. Sbg cth saja klo kita ke mall/arisan/ke kantor ingin terlihat cantik di hadapan manusia dengan memakai baju yang bagus dan bs jd jg yang termahal .

Pertama kali sy membuat 6 biji…dg cara promosi ke keluarga dan tmn2 akhirnya habis….ternyata membuat sy ketagihan memproduksi teruuuus…dan keterusan sampai sekarang.

Dengan berjalannya waktu sy membuat bbrp mukena diantaranya mukena travel yang bs dibawa2 disaat kita traveling dg harga 150rb, mutik asahi (mukena batik asahi) dg harga 250rb, mutik katun paris 350rb, mukena katun jepang dg pouch frame cantik dg hrg 350rb. Selama produksi mukena sy dibantu dg tenaga bordir 2org dg sistem lepas, untuk penjahit mukena sy kerjakan sdr. Perca dr sisa2 mukena, saya manfaatkan untuk membuat produk spt bandana,bros, dompet,tas dll…

 

VISI :

Menjadikan industri kreatif khususnya mukena & craft agar menjadi pilihan utama dlm memenuhi kebutuhan yang berkualitas.

 

MISI :

Membangun bisnis berlandaskan islam dg memberikan kepuasan pada pelanggan, mitra kerja, dan karyawan serta memberikan manfaat yang sebanyak banyaknya agar menjadi umat yang terbaik, hidup berlimpah penuh berkah.

 

DREAM BISNIS :

Ingin lebih berkreasi dan punya galeri khusus untuk produk2 Olahkæin (one stop shopping for muslim), bs memberikan workshop di galeri klo ada yang ingin belajar apapun sesuai yang diminta pelanggan, bs go international dg brand yang ada….

 

Harapan ikut IWPC :

Harapan saya dengan ikut IWPC saya bisa memperbaiki bisnis saya dengan plan yang terstruktur….maaf karena selama ini bisnis saya belom ber management dengan baik, keuangan masih jadi satu dg keperluan RT, pembukuan jg masih acak adul…..dan brand pun kmrn sempet di bully oleh ibu guru tercinta , selama ini sy sering ganti2 brand karena kurang bagus menurut saya. Alhamdulillah dengan gambaran brand dari bu guru saya memutuskan memakai nama brand ” Olahkain ” krn produk2 saya lbh memanfaatkan kain utk bs menjadi suatu produk.  Mgkn juga saya tdk punya latar belakang pendidikan  bisnis jadi mulai tahun 2000 sampai sekarang bisnis saya yang penting ngalir terus pesanan nya dan bs bermanfaat utk kaum muslim…..sekali lagi mohon bimbingannya….

Comments

comments

Share