Author: woman

Dewi Elyana, Mengexplore Klapertart Makanan khas Daerah Asalnya

dewi klapertartTK Klappertaart didirikan pada tahun 2012 di Jakarta setelah saya kembali dari
perantauan disaat bekerja di bidang kemanusiaan.  Beranjak dari keinginan untuk
memperkenalkan Klappertaart sebagai kue yang selama ini banyak dikenal di daerah
asal saya (Manado), ke khalayak yang lebih luas lagi.  Maka mulailah saya merintis
usaha rumahan ini.Bermodalkan promosi mulut ke mulut dan juga media sosial, saya pun
mulai membuat Klappertaart homemade per order ini.  Melihat respon yang positif dari
pembeli/pelanggan kami, saya pun mulai melakukan ekspansi kecil-kecilan dengan
menitip jual di beberapa restoran Manado dan beberapa cafe di Jakarta.  Puji Tuhan,
pada tahun 2015 saya akhirnya dapat membuka outlet klappertaart pertama saya yang
berada di jalan Letjen Suprapto No.5.  Saya bersyukur Tuhan melimpahi saya dengan
berkat yang melimpah sehingga akhirnya saya dapat menambah toko TK Klappertaart di
daerah Jakarta Selatan (Jl. Antasari No. 8E) Dan Serpong (Jl. Raya Rawabuntu No. 2).
 Penambahan kedua outlet terakhir ini bisa tercapai karena adanya dukungan dana dari
beberapa investor yang tertarik untuk membangun TK Klappertaart secara bersamaan.
 Disamping itu, saya membuka kesempatan untuk mereka yang ingin menjadi agent TK
Klappertaart.     Saat ini agent kami berlokasi di Komp DKI Joglo Blok C No. 3.
 Saya suka berinovasi dengan klappertaart dan memang hanya ingin fokus di
klappertaart.  Saya menyenangi tantangan dan merupakan tipe yang perfeksionis.
 Itulah saya, Dewi Elyana.  O ya abaikan nama saya yang memang disengaja oleh kedua
orangtua saya dengan maksud mengaburkan identitas daerah asal yang memang saat itu
(tahun 70an) memiliki image yang kurang baik.  Sekarang ayuk, cobain Klappertaart
saya ya.  :)

Share

Aulia Anwar, Wisatawan Mancanegara Adalah Customer Terbesarnya Dalam Jasa Jahit Di Bali

aulia anwarUsaha kecil Jasa Jahit ini bermula kurang lebih 9 thn yang lalu.
ketika itu (saya sekeluarga mengalami gejolak kehidupan amat dahsyat—saat itu terasa dunia sempit menghimpit kami.
Terbiasa hidup serba ada kemudian mendapati semuanya berubah 100% membuat saya dan adik saya berputar otak.
Singkat cerita.. kami memulai bisnis ini hanya bermodalkan keyakinan Tuhan akan membantu dan hubungan pertemanan.
Cust kami adalah teman2 dekat dan teman yang berasal dari australia (krn adik sblmnya pernah sekolah di aus)
Mereka happy dan puas atas jasa kami untuk menyelesaikan keinginannya menjahit baju sesuai keinginan mereka, akhirnya mereka secara disengaja ataupun tidak berbicara kepada teman, saudara,  tetangga.
Ada juga dr mereka yang menceritakan tentang kami di media social.
Kami mendatangi cust karena kami memang tdk memiliki modal yg cukup untuk mengontrak tempat atau bahkan membeli mesin jahit.
Dalam perjalanan usaha ini kejadian yg sangat tdk terduga adik saya meninggal terkena sakit kanker hati.
Kondisi ini membuat saya stress dan panik. Dan pastinya buat saya down.
Partner hati saya dan lingkungan keluarga sangat berjuang agar Saya segera hidup kembali (baca: tidak meratapi dan menangisi kepergian adik saya)
Sekarang kami memiliki tukang jait tetap dirumah
Harapan saya mengikuti pelatihan ini agar bisa memperbaiki kondisi lingkungan kerja dan meningkatkan hasil.
Hidup tenang dan bahagia?
(Tidak muluk2.. saya ingin punya rumah yang sekaligus bisa menampung tenaga kerja saya dan tempat kerja yang maksimal..
Jika Tuhan mengizinkan, ingin membuat fashion show yg semua gaunnya adalah hasil produksi sendiri.
Terimakasih atas kesempatan yg diberikan u saya mengikuti pelatihan IWPC di Bali.
Salam hangat,
Aulia

Share