Halo IWPC


Saya Nur Khofifatun Nisa biasa dipanggil fifa, pendidikan terakhir saya D3 Kebidanan, tetapi sejak saya mempunyai anak saya hanya menjadi ibu rumah tangga, saya kurang menyukai profesi tersebut bisa dianggep salah jurusan karena menurutk orang tua, dari sejak kerja di Rumah sakitĀ  saya sudah mencoba jualan online, saya lakukan dropship berjualan wallsticker, tapi saya lakukan karena senang saja, selanjutnya saat saya menikah, saya ganti berjualan baju gamis dan coklat, sampai akhirnya saya punya anak saya sudah tidak bekerja, bosen hanya di rumah saya mencoba usaha es cappucino cincau dan cilok berjualan depan rumah, usaha itu saya jalankan sekitar 2 tahunan omsetnya lumayan, ketika anak saya sudah balita sudah ga bisa menghandlenya kalau sambil jualan, akhirnya saya jual es krim, waktu itu saya browsing es krim yg menyediakan peminjaman freezer, dan dapatlah dg brand aice, karena saya tinggal di lingkungan asrama jadi target marketnya kurang luas, sedangkan dr produsen sudah mulai ada target, saya menjual di luar kendalanya es krim ini ga bertahan lama di luar freezer, tetapi kalau per harinya penjualan sedikit saya tidak dapat untung krn laba dr perkemasan itu sedikit, kemudian saat itu ada modal yg dipinjamkan oleh bapak, saya mencoba membuka usaha sembako di pasar, karena krgnya ilmu tentang usaha ini akhirnya ga bertahan lama cuma 3bulan saya tutup, ga sampai di situ saya kembali mencari usaha tanpa banyak modal, ketemulah frozen food, ada salah satu brand frozen food yg menawarkan peminjaman freezer saya tertarik dan memulai usahanya, akan tetapi brand tersebut krg disukai di lingkungan saya, saya mencoba untuk menjual brand lain, dan pd akhirnya keuntungan dari brand lain itu terpakai untuk belanja brand yg memfasilitasi freezer dan produk numpuk tdk terjual krn krg peminatnya, sampai akhirnya saya tutup juga, sebenarnya saya sudah kenal iwpc dari tahun 2018 saya sudah tanya-tanya tetapi ga jadi ikut saat itu saya memilih untuk mengurus registrasi profesi saya, karena tekanan dr bbrp keluarga untuk menyuruh bekerja kembali, dan tidak menggantungkan ke suami, setelah diskusi sama suami, saya ga bs kalau lanjut kerja karena kita tinggal jauh dr kerabat dan tdk tega untuk menitipkan anak di daycare, setelah menyisihkan uang hasil usaha kemarin yg ga jelas arahnya itu, saya bertekad untuk ikut iwpc 2020 ini, semoga di tahun ini saya menemukan usaha atau bisnis yg berkembang, dengan manajemen yg terarah, dan berpola fikir terbuka, juga mendapat teman yg bisa sharing ketika saya menemui jalan buntu pd usaha/bisnis saya, mohon bantuannya mentor iwpc

Nur khofifatun Nisa – IWPC 26 jakarta

Comments

comments

Share