Category: IWPC 10

Peni Pusparini- Merintis Bisnis Asesories dari Hoby

peni

 

Berawal dari keisengan membuat assesoris dan kain felt seperti gantungan kunci,bros dan hiasan pensil yang akhirnya mendatangkan pesanan demi pesanan.setelah berhasil bermain kain felt saya mencoba berjualan assesoris lain seperti bros dari manik2, pita,bandana,liontin dari bahan batu dan kawat tembaga (wire jewelry) dan akhirnya sekarang membuat Tas Homemade…semua hal di dunia craft saya coba tetapi hanya sekedar menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang sepulang kerja.

Dari sekedar hobi dan bisa mendatangkan materi dan bahagia sekali jika sesuatu yang kita buat dari tangan sendiri bisa membuat orang lain bahagia,teman2 / customer yang memesan merasa puas dengan hasil yang diterima.

Dari situlah akhirnya saya memutuskan untuk lebih fokus dengan usaha ini dan menjadikannya sebagai pekerjaan utama. Sampai akhirnya, lebih tepatnya hampir satu tahun yang lalu saya memutuskan untuk melepaskan attribute sebagai seorang karyawan. Nekat keluar dari zona Nyaman. Lebih nekat lagi berbisnis tanpa ilmu yang mumpuni. Dan akhirnya bisnis saya berjalan tanpa perkembangan yang signifikan.

Saya harus kerja extra keras agar harapan untuk memiliki Toko sendiri tercapai, terlebih lagi agar keputusan saya untuk resign tidaklah sia-sia. Ada tanggungjawab lebih terutama kepada orang tua.

Akhirnyaa saya memutuskan untuk ikut IWPC 10 untuk mendapatkan ilmu mengenai bisnis, bagaimana menjalankan bisnis dengan manajemen yang lebih baik. Agar bisnis saya makin berkembang dan sukses tidak hanya dari segi materi tetapi juga mendatangkan manfaat untuk diri sendiri,keluarga dan orang lain.

Share

Irma Trisnawati Merintis Bisnis Home Decor Dimulai Dari Hoby Menghias Rumah

irma iwpc 10Mempelajari seni decoupage dari seorang guru pada  awal tahun 2015, kemudian saya mulai membuat barang-barang home dekor untuk koleksi pribadi dan menghias rumah. Karena rajin memposting foto-foto hasil karya decoupage saya di Facebook, ternyata membuat teman-teman tertarik serta mulai memesan barang sejenis kepada saya.

Atas pertimbangan adanya permintaan yang meningkat, maka pada bulan July 2015 saya memberanikan diri mendirikan Clantique Shop untuk mulai menjual barang-barang hasil karya decoupage saya secara resmi melalui instagram. Pada perkembangannya karena kebutuhan akan bahan baku berupa media yang terbuat dari kayu buatan (mdf) mulai meningkat serta adanya permintaan dari customer, maka hingga saat ini Clantique shop memfokuskan melakukan penjualan secara on-line untuk produk produk  sebagai berikut:

  • Menjual media mdf mentah yang digunakan untuk decoupage serta home dekor rumah tangga, juga menerima pemesanan custom model dari customer
  • Menjual barang – barang semi furniture apabila ada permintaan dari customer, dalam hal ini kami bekerja sama dengan pengrajin di daerah karena tidak mempunyai workshop sendiri
  • Sedang menjajaki pasar untuk kebutuhan pernikahan, sebagai langkah awal kami melakukan penjualan kotak cincin handmade, dan beberapa properti untuk dekorasi pernikahan
  • Sejak tahun 2015 sudah menyelenggarakan workshop decoupage secara rutin untuk publik ataupun private, workshop diselenggarakan di Jakarta dan Malang.

 

Kendala yang dihadapi terutama adalah masalah permodalan dan SDM karena sudah berkali – kali mempunyai pegawai yang keluar masuk membuat sulitnya bagi saya untuk mengembangkan usaha karena semua harus dikerjakan sendiri.

Harapan saya dengan mengikuti IWPC maka usaha saya ini dapat semakin terfokus dan dapat mempunyai system dan fondasi  yang baik untuk dapat berkembang nantinya.

 

Share