Halo, perkenalkan saya Nindya Soelaksono. Saya seorang ibu 2 anak dan mempunyai usaha di bidang jasa dalam dunia wedding

Sebelumnya saya dan suami adalah seniman musisi yang bekerja dengan bermain musik dari panggung ke panggung. Stasiun TV satu ke stasiun TV lainnya, ke kota satu dan kota lainnya untuk menghibur
Lama kelamaam kejenuhan dan rasa lelah pun muncul, namun karena bekal ilmu dan pengalaman kami adalah dunia musik maka singkat cerita pada tahun 2004, jadilah kami berdua memiliki usaha music entertainment dengan bendera ALTO MUSICWORKS
Sampai dengan tahun 2013, Usaha musik berjalan sangat baik, hingga menjadi music entertainment no 1 di kota bandung. Hingga tiba waktunya dimana roda waktu pun berputar, generasi muda bermunculan, persaingan pasar sudah tidak lagi komdusif ditambah usia yang semakin bertambah membuat saya berpikir untuk kelanjutan hidup berikutnya. Saya sudah tidak bisa seterusnya  ada dipanggung music untuk bernyanyi, saya harus punya usaha lain agar bisa memiliki pendapatan. Target saya umur 40 tahun (2018) saya harus sudah memiliki usaha lain selain music.
Berbekal ilmu dan kesukaan saya dengan dunia make up,  saya perdalam ilmu make up dan mulai memberanikan diri menyandang titel PROFESSIONAL MAKE UP ARTIST, cukup banyak modal ya g saya keluarkan untuk membuka usaha ini yang dari NOL.
Mulai tahun 2014 saya buka usaha make up dan wedding gallery bernama KANAYA house of wedding dengan brand MAKE UP ARTIST Nindya Soelaksono.
Saya berusaha habis habisan untuk bangun usaha ini. Saya tidak berhitung dan peduli dana dari mana…. tambal sulam dengan usaha lainnya tanpa pertimbangan, perhitungan dan rencana sehingga mengakibatkan sebuah kiamat kecil kenyataan bahwa saya berhutan lebih dari 500 juta pada usaha, dalam arti kata saya memakai dana kantor atas dana klien untuk spekulasi dalam permodalan bisnis ini
Karena memnag tidak dilandasi sebuah pondasi bisnis yang kuat, akhirnya hanya dalam 3 tahun usaha saya bangkrut… dan saya habis menjual semua aset2 usaha saya untuk menutupi dana operasional dari bisnis music entertainment yang dananya saya pakai untuk ngemodalin bisnis make up dan wedding gallery
Kekacauan ditambah dengan keadaan keluarga yang akhirnya mengharuskan saya jual semua aset usaha music juga
Habis…… tidak bersisa
Usaha music stagnan… cenderung menurun karena muncul kompetitor dengan harga jual lebih murah
Make up dan wedding galery kandas…..
Life must go on ya…..
2016, Ditengah kebingungan…. keputus asaan… tiba tiba muncul seorang klien di kantor saya menanyakan WEDDING ORGANIZER, tanpa pikir panjang saya sanggupi dengan bermodal pengalaman saya di dunia wedding sejak 2004 saya pun mulai presentasikan program kerjanya…
Mukjizat.. klien langsung percaya dan memakai jasa kami.
Alhamdulillah, disaat pintu pintu seakan di tutup, tiba tiba ada satu titik cerah harapan untuk kembali bangkit.
Dari situlah awal saya membuka bisnis jasa WEDDING ORGANIZER yang berjalan hingga sekarang. Usaha ini pun bukan yang begitu saja tiba tiba laku dan punya banyak klien, tapi namanya harus bertahan hidup ya harus bisa kerjakan banyak hal…. sampai akhirnya ada yang bertanya “bisa bikin seserahan”???¬† Reflek sontak menjawab BISA pokoknya apa lo mau gue ada deh mikirnya…… dengan modal seadanya mulai deh tuh bikin box seserahan dan segala kelengkapannya hingga lengkap untuk satu set hantaran.
Dan alhamdulillah…. karena berkesinambungan antara wedding organizer dan seserahan, maka dua usaha ini berjalan beriringan. Sedikit demi sedikit bisa kembali bangkit dan bisa memperbaiki taraf hidup.
Nah… kenapa mau ikut IWPC???
Jelas bahwa saya tidak punya ilmu yang cukup untuk membangun sebuah bisnis dari mulai pondasi hingga berdiri bertahan untuk kurun waktu yang lama.
Tentunya saya tidak ingin usaha yang saya jalani sekarang kandas ditengah jalan seperti yang sebelumnya. Bagaimana agar bisa bertahan, berkembang maju dengan sistem dan tim yang kuat.

Comments

comments

Share