womanpreneur indonesia,womenpreneur surabayaAwal memulai usaha 2008, tepatnya kala itu masih dibilang jualan jasa ya, modal hanya Laptop pegangan yang saya pake modal ngajar dan buat kurikulum/materi ajar. Bisnis online yang kala itu jadi sampingan,dikerjakan malam hari ketika si bayi dah tidur. Kegelisahan akan anak dan keluarga,membuat saya galau, bertahan pada karir yang menjadi passion saya, atau memilih jalan lain supaya memiliki fleksibilitas waktu. Setelah sekitar 2 tahun resah gelisah,akhirnya saya memutuskan memilih menjalani bisnis saya dari rumah.

Semakin beranjak tahun, saya belajar dari seminar/workshop bisnis.Semakin merasakan bisnis saya jalan ditempat.Terutama setahun terakhir, setelah kelahiran putri kedua,dengan gerak dan waktu semakin terbatas,semakin merasakan bisnis jalan ditempat. Pasar ada,tapi saya tidak mampu eksekusi lebih banyak. Dengan kondisi tim hanya tinggal bertiga dengan 1 tim desain dan 1 tim produksi.

Saya mengetahui WPC,sudah lama,sejak IWPC1.Tapi tidak aktif di group,karena saya kira komunitas atau seminar seperti yang lainnya, menumbuhkan motivasi dan ide tinggi,tapi minim eksekusi. Dan seorang teman Karila Wisudayanti menginspirasi saya,dari postingan IWPC2. Semakin penasaran ingin ikut,karena terus terang saya butuh coaching,mentoring dan sejenisnya. Klo hanya seminar atau workshop, saya sering ikut.Memang membuahkan ide banyak di kepala, tapi ternyta tak membuat kaki tangan saya tercambuk bergerak mengeksekusi.

IWPC3 momentum dari letupan ide &semangat saya untuk kembali ke bisnis.Bukan hanya menjalani bisnis seperti sebelumnya,tapi membangun ulang bisnis dengan pondasi. Semakin ingin naik kelas,semakin banyak ujian tentunya.

Sempat terhenyak shock, ketika akhirnya saya dapat jawaban dari pertanyaan selama ini “Bu,saya bingung,bisnis desain cetak seperti ini,mau diapain lagi ya, seperti itu-itu aja sepertinya” Dan tak pernah ada jawaban lisan untuk saya,kecuali tiba-tiba sore itu seperti palu godam menghantam di kepala. Ohhh… Gitu…Ohh..oke..lalu?


AHA moment satu demi satu bermunculan. Tapi tetap bulan pertama saya tetap ga tau harus bergerak seperti apa. Yang ada di kepala saya,bisnis saya bisnis jasa,modal utama adalah SDM, oke saya bangun tim dulu, rombak lagi 2 ruangan dirumah untuk studio dan Stockroom.Pasang lowongan kerja, rekrut tim desain tambahan dan CS. Saya harus punya tim yang handal, supaya bisnis saya tetap bisa jalan, sementara saya bisa putar otak untuk mengembangkan aspek lainnya. Bulan berikutnya, mulai dengan kerinduan mengajar, saya buat Kelas Desain. Mulai menarsiskan bisnis di Sosial Media, Radio,Portal Bisnis, TV. Buat saya 20 besar atau 10 besar atau 3 besar adalah bonus. Saya tetap akan jalankan target awal saya ikut IWPC3 ini untuk mentoring. Karena ini kesempatan langka,belajar bisnis bisa dimana saja, tapi ada Guru yang merelakan waktunya untuk mentoring kami,itu luar biasa menurut saya. Mereka bukan orang yang banyak waktu, tapi masih merelakan sebagian waktu untuk berbuat lebih untuk kemajuan orang lain. Menginspirasi saya, untuk ikut menjadi bagian, berbagi lebih banyak juga dengan rekan rekan lain. Terima Kasih tak terhingga Bu Irma Sustika, Mami Ietje S Guntur, Juliana Pateh, Ellies Sutrisna, Taufan Arifin, Nugroho Nusantoro, Pak Dion 


Ujian demi ujian berdatangan, dan perang paling kuat adalah perang dalam internal saya sendiri, tentang waktu,prioritas, keluarga dan idealisme saya. Gimana krucil ini ya? Gimana ini?Gimana itu? Hmm..selama kita yakin bisa,ternyata memang ada jalan ya. Tiap hari glontor dengan virus positif,mulai FB pribadi yang dulu saya hidden dari bisnis yang saya jalani, akhirnya jadi andalan saya untuk menstimulus semangat saya. Keinginan berbagi terus menerus dengan rekan-rekan lain juga rasanya semakin besar. Ajang ngobrol dengan teman teman seperjuangan juga membuat kami terus bertahan.

Saat ini, saya tetap fokus pada tim, membuat perbaikan yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan, terus ingin berbagi melalui komunitas. Terutama niat untuk membantu rekan-rekan pengusaha pemula dan yang sedang mengembangkan bisnis, tetap menjadi visi kami untuk terus mengembangkan Tokozio Design.Yang berbeda adalah,kalau dulu ambil resiko atau perubahan dalam bisnis adalah sesuatu yang berat, sekarang lebih jauh berani melangkah bahkan berlari, kejar target 2015, bisnis autopilot, dan saya tetap bisa mendampingi buah hati saya bertumbuh, seperti target awal saya terjun ke bisnis www.Tokozio.com www.DesainCetak.com

Amanah 10 besar IWPC3 ,adalah apresiasi tak ternilai harganya. Bonus luar biasa, yang hingga kini masih sulit saya percaya.Kami akan jaga kepercayaan itu.

Yuk..melenting lebih tinggi 2015.Pasti Bisa!

Comments

comments

Share