Saya Riska Dwi Octaviani, biasa dipanggil Riska. Saya merupakan ibu (baru) dari 1 anak usia 2 tahun. Sebelumnya saya merupakan seorang pegawai sejak 2012 hingga pertengahan tahun 2016. Saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin menjadi fulltime mom untuk anak saya. Tetang wirausaha, bidang ini sudah tidak asing untuk saya pribadi, karena orang tua saya merupakan seorang wirausawan. Sejak saya duduk di bangku sekolah dasar saya sudah menyukai dunia ‘berdagang’. Kesukaan itu terus belanjut hingga detik ini. Selama sekolah saya selalu menjual barang apa saja yang bisa dijual. Hehehe. Hingga dibangku kuliah saya aktif mengikuti organisasi, seminar, dan pelatihan seputar enterpreneurship.

Ketertarikan saya dengan dunia wirausaha sempat harus terhenti karena orang tua saya meminta saya untuk berkarir di jalur profesional. Ketika saya menikah, suami saya sangat mendukung ketertarikan saya dengan dunia enterpreneurship dan pada akhirnya ketika anak saya berusia 6 bulan, saya memutuskan resign dari pekerjaan dan terjun di dunia wirausaha. Juli 2016, saya mendapatkan pendanaan usaha di bidang pertanian dari IPB dan Kementerian Pertanian. Saya membangun bisnis sayur dan lauk ready to cook dengan nama Sayur Shop Mama bersama 3 rekan saya. Namun setahun berjalan, kami tidak dapat mempertahankan bisnis tersebut dan keadaan mengharuskan kami untuk pecah kongsi. Saya tetap bertekad untuk meneruskan mimpi saya menjadi fulltime mom yang memiliki ‘perahu’ yang saya dayung sendiri dan kemudian sedikit membelokkan stir bisnis saya seputar baby food and stuff, yang saya beri nama BABY BISTRO. Namun ketika saya mencoba bangkit di tengah keputus-asaan saya atas konfik tersebut, saya melihat sebuat komunitas via instagram yang bernama Woman Preneur Community (WPC). Hampir sebulan lamanya saya mencari tahu detail WPC ini sampai dengan saya menemukan komunitas ini memiliki ajang IWPC (Incubator Women Preneur Community). Setelah berdiskusi dengan suami dan memikirkan ini matang-matang saya memutuskan untuk mengikuti IWPC ini.

Harapan saya megikuti IWPC ini yaitu saya mendapatkan pendampingan sacara NYATA seputar menjalani, mengembangkan, dan menjadikan bisnis saya autopilot nantinya. Semoga selama mengikuti IWPC 4 bulan kedepan saya bisa ‘membedah’ bisnis saya dan menjadikan BABY BISTRO bisa berskala nasional. Selain itu, saya berharap dengan BABY BISTRO ini saya dapat menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang banyak dan lingkungan karena dalam bisnis ini saya memiliki visi sosial yakni terlahir bayi-bayi Indonesia yang sehat dan terpenuhi gizinya dimasa ‘emas’ mereka.

Comments

comments

Share