Saya Nani Rahyuni, di umur yang sudah tidak muda ini ingin mencoba memperbaiki manajemen dalam pengembangan usaha produksi mukena yang saya rintis dari tahun 2014 lalu.

Berawal dari empat tahun lalu, tepatnya pada April 2014, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari sebuah kantor swasta di bilangan Jakarta. Sejak saat itu saya melihat peluang dalam usaha produksi mukena, kali itu masih produksi mukena dewasa saja dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

Suatu ketika, saya mendapatkan tawaran untuk dimuat di sebuah Majalah wanita Muslim, yaitu Majalah Paras. Dan satu minggu setelah terbitnya liputan saya di Majalah, saya mendapatkan telepon dari seseorang di Makassar yang memesan mukena saya sebanyak 300 Pcs. Sejak saat itu, saya mulai berpikir untuk mengembangkan usaha saya menjadi lebih besar, dan memproduksi pesanan tersebut hanya dibantu oleh suami saya, tanpa bantuan penjahit lainnya.

Seiring berjalannya waktu, banyak tetangga dan teman-teman saya meminta untuk melihat produk mukena saya yang sudah diliput dalam Majalah tersebut.

Alhamdulillah, banyak antuasias dari baik tetangga maupun teman-teman saya. Mereka senang berbelanja mukena buatan saya, yang akhirnya saya beri nama brand “Kaliwatu”.

Kompetisi produk mukena yang semakin  hari semakin ketat, membuat saya berfikir lebih keras lagi untuk improvement produk saya. Saya harus membuat mukena couple ibu dan anak, walaupun untuk pembuatan mukena anak sampai sekarang saya masih menunggu pesanan sizenya.

Mengikuti IWPC 14 tahun 2018 adalah impian saya  agar usaha saya makin membaik dari segi manejemen, keuangan, dan tertib administrasi.

Bukan hanya sekedar membeli bahan segini dan dijual segitu, apakah kita untung?

Itu yang sangat ingin saya perbaiki. Dan selain itu, bukan hanya berbisnis yang memberi kenyamanan beribadah, juga kenyaman isi kantong .

Memperbaiki kesalahan-kesalahan adalah semangat saya untuk bisa bertumbuh dan menjadikan usaha ini usaha dunia akhirat.

Comments

comments

Share