Bulan April 2017 adalah saat saya berhenti jadi pekerja kantoran. Sebelumnya saya bekerja di sebuah perusahaan asuransi kerugian selama kurang lebih 17 tahun. Keputusan untuk berhenti bekerja ini sudah dipertimbangkan sejak lama (tidak mendadak) sebenarnya, sedikitnya sejak 2 tahun lalu. Utamanya dipicu oleh adanya perubahan struktur di perusahaan, menyebabkan saya pindah ke Divisi baru. Hal tersebut membuat tempat bekerja dan kebijakan perusahaan tidak lagi sesuai dengan value saya.

Selain alasan di atas, dengan berhenti menjadi pekerja kantoran, saya ingin memiliki kebebasan mengatur waktu dan jadwal kegiatan yang fleksibel. Waktu untuk keluarga, yaitu untuk Ibu saya, suami dan anak-anak. Waktu untuk menyelesaikan  kuliah S2 saya di MM Prasetiya Mulya. Waktu untuk beraktifitas sosial, dan juga waktu untuk terlibat langsung dalam bisnis travel yang sudah berjalan sejak 2013 lalu, Fameera Travel.

Fameera Travel adalah one stop service travel agent. Menawarkan paket jalan-jalan yang Muslim friendly dan terjangkau oleh masyarakat. Mulai paket full service, semi backpacker dan backpacker, baik private maupun group tour, dalam negeri maupun luar negeri. Selama masih bekerja di kantor, saya baru menjadi pemodal saja, menjadi salah satu dari 3 orang owner dengan share sebesar 30%.

Mengapa kami memilih bisnis travel? Yang pertama karena kami bertiga punya hobi yang sama, yaitu traveling. Kami mengikuti prinsip ‘the bird-in-hand’, start with what you have. Memulai bisnis dengan apa yang kami ketahui seluk beluknya, walaupun mungkin tidak 100% tahu. Tetapi kekurangannya bisa kami pelajari dan sempurnakan sambil berjalan, learning by doing. Yang kedua adalah karena kami melihat potensi bisnis travel yang cukup besar. Jalan-jalan sudah menjadi life style, pariwisata di dalam dan di luar negeri terus berkembang. Antrian di imigrasi untuk pembuatan atau perpanjangan paspor pun luar biasa. Dalam kondisi apa pun, orang butuh jalan-jalan untuk rekreasi dan tidak perlu yang mahal.

Pada awal berdirinya, di tahun 2013 Fameera Travel hanya berfungsi sebagai ticketing agent, menjual tiket pesawat, kereta api dan tiket perjalanan lain. Baru di tahun kedua, tahun 2014 setelah berbentuk PT melalui Akta Notaris, kami membuat paket-paket perjalanan. Fameera Travel mulai menjadi one stop service, tidak hanya menjual tiket perjalanan. Di tahun 2014 kami melaksanakan 6 kali tour. Di tahun berikutnya, jumlah tour meningkat dari 10 tour di tahun 2015 menjadi 16 tour di tahun 2016. Dan di tahun 2017 sampai dengan bulan September ini sudah berjalan sebanyak 13 tour. Masih sangat sedikit jumlah tour-nya dibandingkan dengan Travel Agent lain.

Media promosi atau perkenalan yang kami gunakan selama ini selain direct marketing ke perusahaan atau instansi lain, lebih banyak melalui sosial media, khususnya FB, IG dan juga WA. Beberapa kali kami juga melakukan customer gathering, salah satunya di bulan puasa lalu.

Harapan saya dengan mengikuti program IWPC, saya bisa berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bisnis Fameera Travel. Saya ingin Fameera Travel bisa naik kelas, dari usaha Mikro, menjadi usaha Kecil, bahkan menjadi Menengah atau bahkan Industri. Selain itu juga, saya ingin akan lebih banyak pihak-pihak yang dapat merasakan manfaat dengan adanya Fameera Travel. Saat ini tim Fameera Travel ada 5 orang, yaitu 3 owner yang masih terjun langsung merangkap menjadi Marketing, Tour Planner, bahkan Tour Leader, dan 1 orang Tour Leader yang merangkap menjadi bagian operasional, dan 1 orang Sales Admin. Alhamdulillah kami memiliki kantor, walaupun masih sewa di daerah Ciputat.

Saya berharap Fameera Travel dapat terus menebar manfaat dan penuh keberkahan, bagi seluruh stakeholders, khususnya para pegawai dan juga bagi orang-orang yang membutuhkan di lingkungan sekitarnya. Aamiin.

 

Bogor, 18 September 2017.

Comments

comments

Share