Category: IWPC 9

Dianty Lulik Indriani, Ingin Membenahi Bisnis Fashionnya Naik Kelas

dianty lulikHallo….

Nama saya Dianty Lulik Indriyani. Biasa saya dipanggil Dian. Saya adalah ibu dari Clarissa (cewek 15th) dan Maheswara (cowok 13th). Saya mempunyai hobby menjahit dan berdagang dari saya masih di bangku sekolah. Saya bersyukur mempunyai orang tua yg selalu mendukung hobby saya. Almarhum Ayah saya selalu berpesan “kerjakan sesuatu yg kau sukai, jadikan hobbymu sebagai pekerjaanmu”

Saya adalah ibu rumah tangga yg suka sekali memasak dan mengurus rumah. Dua buah hati saya dr kecil saya asuh sendiri karna awal saya menikah saya ikut suami tugas keliling indonesia yg mau tidak mau saya harus jauh dr orang tua dan saudara. Dari situ saya menjadi mandiri. Walaupun saya anak pertama , cucu pertama dan cicit pertama,semua itu tidak menjadikan saya seorang yg manja. Terkadang apa yg kita inginkan tdk selalu kita dapatkan,dan apa yang kita harapkan tdk selalu menjadi kenyataan. Itu yang menjadikanku semangat mengejar mimpiku…..

Saya belajar tentang banyak hal dr kisah hidup saya. Dan saya bersyukur apapun yg saya miliki saat ini adalah anugrah dr Allah SWT. Saya adalah ibu rumah tangga tulen. Setelah 5 th pernikahan saya mengawali dari hobby saya mulai memberanikan diri utk memulai usaha menjahit. Dari yg awalnya semua saya kerjakan sendiri,Alhamdulillah sekarang sdh mempunyai beberapa karyawan. Dan sampai hari ini usaha jahit saya sdh berdiri 11 th.

Yang menjadikan saya ikut IWPC karena dalam usaha saya menjalankannya dg cara saya sendiri,alias sak karepe dewe kalau orang jawa bilang. Semoga dg ikut IWPC saya bisa menambah ilmu bisnis dr para senior,harapan saya menjadikan saya banyak teman agar bisa saling bertukar pengalaman dlm berbisnis. Semoga menjadikan Berkah utk kita semua. AAMIIN YRA

Share

Soto Pandanaran Menjadi Kuliner Semarang Yang Dicari, Itu Impian Fenna

Fenna Arfianti-2

Nama saya Fenna , ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang sejak jaman sekolah memang tidak bisa diam. Cita cita awal sih kepengen jadi diplomat…hehe sesuai yg saya pelajari saat kuliah di Hub Internasional UNPAD Bandung. tapi kandas…. lalu berkarier di sebuah bank swasta nasional di Jakarta.

Setelah memiliki anak, saya resign fokus mengurus rumah tangga. karena memang tidak bisa diam saja di rumah,  baru saya sadari, ternyata senang berkutat di dapur, cooking or baking.

Semuanya berawal dari hobi. menemukan passion saya disini. dengan restu suami dan resep dari ibunda maka 2008 memberanikan diri membuka usaha Soto Pandanaran.

Soto Pandanaran mulai berdiri sejak 2008 di daerah Pekunden Semarang atau jl Pandanaran I/40, Semarang.

Konsep Warung Soto dengan kuah Bening seperti Soto khas daerah Boyolali, Klaten,Solo dan rasanya yang gurih,

Disajikan bersama aneka lauk-pauk yang memenuhi meja.

 

2013 kami mencoba membuka cabang, namun hanya bertahan 9 bulan saja. banyak sekali faktor hambatan yang ternyata tidak semudah kami bayangkan. mulai dari bahan baku yang berbeda walaupun spesifikasi sudah kami terapkan hingga promosi sdh kami lakukan.

rasanya ada yang salah dalam melangkah. tapi apa?

mungkin dengan bergabung di IWPC ini saya bisa menemukan jawabannya.

termasuk mendapatkan pembinaan dan pembekalan baru dari para mentor IWPC.

Walaikumsalam Wr Wb

Share