arifianaPada tahun 2009 saya mengambil pensiun dini dari perusahaan tempat bekerja lebih dari 12 tahun sebagai IT Programmer, untuk mengisi waktu sambil mencari peluang usaha saya menggali lagi minat jahit menjahit yang sudah lama tidak pernah saya sentuh sejak mempunyai anak.
Saya tidak punya anak perempuan tetapi suka sekali melihat baju-baju anak perempuan yang lucu-lucu dan ingin sekali bisa membuat,
Baru kursus setengah jalan saya sudah pede memajang hasil karya sebuah kimono dress yang cute di Multiply dengan model anak tetangga – dan membuka order online dengan brand FieYo, respon dari follower cukup baik, orderan mengalir cukup membuat kewalahan,
Tetapi baru beberapa bulan menjalankan “Hobby” – belum menjadi bisnis karena belum menghasilkan secara materi, kursuspun belum tamat, pada akhir 2009 saya tutup mesin jahit dan kembali bekerja di sebuah perusahaan Marketing & Communication Agency yang baru merintis unit Digital Business.

Kembalinya saya bekerja di kantor membawa masalah, kesibukan bekerja di sebuah unit baru dan jarak tempuh rumah – kantor yang lumayan jauh ( menghabiskan lebih dari 3 jam sehari untuk berkendara pulang pergi ), membuat putra bungsu sering bermasalah di sekolah dan alasannya adalah dia ingin saya kerja di rumah seperti sebelumnya. Tetapi karena pertimbangan kebutuhan ekonomi, saya dan suami belum bisa memenuhi permintaannya

Saya mencoba merintis usaha kuliner kecil-kecilan sambil tetap bekerja di kantor, berharap dengan menjadi mitra sebuah brand kuliner usaha saya bisa cepat maju dan mendapatkan income yang bisa menggantikan gaji saya dari kantor sehingga saya bisa berhenti, tetapi usaha yang dijalankan hanya dengan mengandalkan satu orang pegawai penjualan saja (yang juga berganti-ganti) tentu sulit berkembang dan akhirnya sukses ditutup dalam waktu tidak sampai 6 bulan.

Kembali ke aktivitas sebelumnya, Di sela-sela waktu yang sempit saya mulai bereksperimen membuat baju untuk sendiri, suami dan anak-anak hasilnya saya pajang di FB maupun di BB dari situ ada yang tertarik dan minta dijahitkan baju

saya mengganti brand FieYo yang kekanakan dan membuat brand baru JAHITAN BUNDA – karena seperti seorang bunda yang selalu bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dengan penuh cinta, begitulah saya yang selalu Sewing with heart.

Akhir tahun 2014 setelah mendapatkan seorang karyawan saya menyewa sebuah kios kecil untuk workshop sekaligus tempat tinggal karyawan. Tidak sampai 2 bulan perkembangan usaha menuntut untuk menambah karyawan dan otomatis tempat yang lebih besar.
Januari 2015 saya nekat menyewa sebuah rumah untuk workshop, menambah mesin jahit dan karyawan. Kemudian rebranding Jahitan Bunda dengan mengganti logo menjadi lebih elegan dan berkelas

Semua perkembangan yang menggembirakan itu bukannya tanpa halangan rintangan, masalah terbesar saya dari waktu ke waktu adalah SDM, dengan attitude mereka yang dengan mudahnya meninggalkan pekerjaan begitu saja hanya karena tidak cocok dengan rekan sekerja ataupun alasan lain yang tidak disampaikan, sungguh sangat menghambat proses produksi dan membuat operational cost membengkak. Dan mencari penjahit yang mempunyai skill yang bagus pun cukup sulit.

Postingan Mba Irma Sustika dari Womanpreneur Community tentang Omzet vs Profit menyentak saya untuk segera mencari solusi. Saya langsung mendaftar untuk ikut Inkubator Womanpreneur Community Batch 5 di Semarang, saya siap digodok di kawah Chandra Dimuka untuk digembleng sebagai womanpreneur, agar usaha saya bisa berkembang sehat, profitable, berkelanjutan dan semakin maju.
Saya bercita-cita Jahitan Bunda menjadi top of mind :
 “One Stop Solution” modiste bagi khalayak untuk membuat pakaian custom sesuai keinginan, mulai dari pakaian sehari-hari, gaun pesta maupun gaun pengantin dengan kualitas butik dan service yang memuaskan.
 Partner para pemilik brand pakaian jadi, pemilik butik, online shop yang ingin memproduksi pakaian dengan kualitas butik/premium
Semoga dengan mengikuti IWPC5 cita-cita saya dapat terwujud. Aamiin.
Kunjungi Fanpage Jahitan Bunda : https://www.facebook.com/jahitanbunda

Comments

comments

Share