Perkenalkan,nama saya Kharisma Mailasari, saya ibu rumah tangga setelah resign kerja tiga tahun yang lalu dari sumatera. Usia saya 33 tahun, domisili di Bogor dan memiliki sepasang anak.

Saat ini saya sedang merintis usaha bidang kuliner. Produk saya adalah roti dan teh kemasan dalam botol,yg masih saya kemas manual.

Saya baru sekitar satu tahun merintis usaha saya di bogor. Sebelumnya, sekitar tahun 2013 saya pernah memulai juga usaha kuliner diĀ  sumatera. Saat itu saya berjualan donat dengan sistem titip jual di warung. Waktu itu,warung langganan saya sekitar 15 warung. Namun, usaha tersebut akhirnya bangkrut. Waktu itu, saya masih bekerja dan melakukan proses produksi masih manual. Sehingga,untuk bermain di donat rakyat,kapasitas saya belum memadai dan belum efisien. Selain itu juga,saya akui,waktu itu saya belum terlalu serius berbisnis dan masih berpikir hanya sampingan.

Selanjutnya,2014 saya mulai berpikir lebih serius,ingin buka toko donat. Di tempat saya tinggal, daerah perkebunan sawit, belum ada toko tsb. Akhirnya, saya membuka toko ofline, dengan satu pegawai. Selain donat topping, saya juga menerima pesanan kue ulang tahun. Setelah itu, saya membeli resep ayam kfc franchise di bogor. Lalu, meramu dan menjualnya di sumatera.

Bulan pertama toko alhamdulillah ramai, jam buka saya jam 10 sampai jam 9 malam. Bulan pertama omset saya mencapai sekitar 1 jutaan sehari,dan minimal 200 ribu sehari. Ayam goreng kfc kawe saya beserta donatnya alhamdulilah diminati.

Saat itu, saya tetap bekerja. Namun,setelah pulang kantor saya jaga toko. Akhirnya,saya tambah satu pegawai. Alhamdulilah saya sudah lepas produksi dan tidak terlalu cape.

Namun, masalah kembali datan. Di bulan ke enam, toko saya koleps. Omset menurun drastis, bahkan bisa dibilang sepi. Saat itu saya kembangkan konsep warung tenda, agar orang lebih bisa melihat toko kami. Di depan ruko, saya pasang payung2 tenda beserta tempat duduk agar lebih eye catching. Saya belum aktif bermedsos saat itu. Dan belum menggunakan medsos untuk jualan. Jadi saya hanya stay jaga gawang,tidak menjemput bola.

Padahal,menurut pelanggan,produk saya memiliki keunggulan dari soal rasa. Dan cukup diminati, hal ini terlihat dari repeat order pelanggan lama yg tinggi. Akhirnya,saya bangkrut lagi. Tanpa bisa menelaah lebih jauh mengapa? Dan tiba tiba omset malah nyungseup bukannya take off.

Setelah diusut, ternyata percaya tidak percaya, saya berhubungan dengan faktor x dan klenik. Wallahu alam, saya tidak mau ambil pusing terlalu jauh. Di tempat kerja, saya juga mendapat masalah. Persaingan kerja yg tidak sportif membuat saya tersingkir dengan cara yg tidak nyaman. Setelah itu, suami saya pun terkena phk.

Rasanya,saat itu adalah tahun terberat hidup saya. Kamipun pindah kembali ke bogor, dengan luka dan kehilangan yg berat. Saya pulang ke bogor, hanya membawa dua koper kecil dan dua anak kami.

Di bogor, saya mengalami guncangan ekonomi di tahun pertama kami. Suami saya sampai menjadi kuli bangunan. Saya benar benar keluar dari zona nyaman. Akhirnya, di tahun ke dua saya memutuskan utk jualan lagi. Saya meminta mantan pegawai saya mengirimkan alat roti dan donat yg kecil-kecil via pos. Dengan modal 100 ribu, saya bikin roti.

Mengapa roti? Saya kursus roti di sumbar tahun 2013. Saat itu saya hobi produk bakery, namun untuk memperoleh produk tsb saya harus menempuh perjalanan kurleb 2 jam di kota terdekat,itupun dengan rasa kurang memuaskan. Jika ingin membeli produk ternama saya harus menempuh 4 jam perjalanan ke pekanbaru.

Akhirnya, saya penasaran membuat roti dan kfc sendiri. Belasan kali gagal,saya memutuskan kursus. Awalnya saya buat sendiri. Namun akhirnya, di sekolah tempat saya bekerja, saya mengajarkan pada siswa saya. Karena saya guru pengolahan pangan smk. Lalu, saya pun menjualnya.

Dengan bekal keahlian baking, saya beranikan buka pesanan di bogor. Walaupun saya sempat bekerja lagi selama empat bulan menjadi guru honor. Namun putri saya,sakit sakitan. Akhirnya, saya putuskan menekuni roti dan berhenti total kerja.

Saat ini alhamdulilah suami sudah kerja di salah satu bimbingan belajar, walaupun upahnya di bawah umr. Kami berusaha menjalani semuanya. Jika dulu saya buka toko dlu,sekarang saya cari pasar terlebih dahulu scra online dan branding di medsos. Alhamdulilah bisa jalan walau masih terseok dan saya merangkap smuanya sendiri. Tapi, saya punya mimpi kelak, punya satu gerai minimal,dan bisa jadi oleh oleh bogor, roti mini dan roti talas saya.

Sampai suatu hari, saya di pertemukan allah dgn teman fb, yang akhirnya memberi tau soal wpc. Beliau memotivasi saya mbuat roti gluten free berbahan dasar sorgum. Lalu, beliau juga memberikan flyer acara wpc di fx sudirman. Sepulangnya, saya membeli buku kuning bu irma, saya menangis di kereta. Saya ingin menjadi bagian dari wpc dan membesarkan produk saya, tetapi saya harus bersabar, karena saat itu, rekening saya benar benar kosong, dan hanya mash bisa menyambung dapur.

Tapi keinginan itu masih ada. Hingga saya memdapatkan info batch jakarta. Alhamdulilah bisa transfr dp, saya bdoa msh ada dua bulan utk saya nabung. Semoga allah mudahkan,jika memang wpc bisa menjadi salah satu wasilah saya bisa belajar mbngun bisnis roti lagi. Saya cinta roti, saya senang membuatnya. Dan ingin bermanfaat dgn roti. Aamin.. namun, saya msh tdk tau bgaimana cara bisnis itu sendiri.

Demikian email ini saya buat, semoga saya bs mjadi bgian klwrga besar wpc. Barakallahu utk bu irma dan team smuanya. Semoga sukses selalu. Aamin,

Comments

comments

Share