hermaini-kios-delima.jpgSejak sekolah, kuliah hingga bekerja, saya mengikuti apa yang ‘kebanyakan’ orang lain lakukan.. sekolah di smu negeri, masuk universitas negeri serta bekerja di perusahaan swasta bahkan multinasional.  Namun, ketika sudah bekerja 8 tahun di beberapa perusahaan, saya tetap saja tidak merasa itu adalah ‘jalur’ yang ‘benar’, jalur yang sesuai dengan passion saya.  Kemudian saya mulai mencoba berjualan macam-macam.  Menyenangkan memang berjualan, lebih seru daripada berurusan dengan dokumen kantor.

ibu saya mengisi waktu luangnya dengan menjahit baju berdasarkan pesanan, sejak kecil saya sudah terbiasa dengan urusan jahit-menjahit.

Ditahun 2012 lalu, dalam sebuah ‘event’ saya bertemu dengan managing director metro deptstore, kata2nya yang sangat ‘mengena’ adalah Indonesia memiliki pasar yang sangat besar, dan setia dengan produk lokal, jadi jika kamu tidak segera menggarapnya, kami(perusahaan luar) yang akan menggarapnya.

Sejak itu, saya mulai belajar desain, belajar mengenai kain, hingga bulan juli lalu saya cukup percaya diri untuk mengeluarkan brand muslim fashion RiLae 😀 sebelumnya saya membangun toko distribusi fashion khusus produk lokal, dengan jaringan distribusi inilah pemasaran produk RiLae dilakukan.

Impian ‘terliar’ saya adalah memiliki butik di fifth avenue newyork, saya belum pernah ke amerika, tau kerennya jalanan ini dari film dan buku. Oleh karenanya saya sebut sebagai impian liar 😀
Visi: memiliki departemen store berjaringan dengna mengusung 100% produk Indonesia.
Misi:
menciptakan sinerji antar pengrajin lokal untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas produk fashion lokal
memiliki perusahaan yang berbasis pada kemasyarakatan

 

Comments

comments

Share