irma HermawatyLatar Belakang

Being a Womenpreneur? Sebenarnya menjadi womenpreneur bukanlah bagian dari cita-cita utama saya. Tapi dulu memang sudah berniat seandainya sudah berkeluarga dan memiliki anak, saya ingin bekerja dari rumah saja. Jadi latar belakang kenapa saya akhirnya mencoba untuk menjadi seorang womenpreneur atau Working at Home Mommy atau Ibu bekerja dari rumah karena anak.

Terutama setelah anak bisa mengungkapkan keinginannya untuk minta diantar ke sekolah karena teman-temannya diantar oleh bundanya, dan mereka melarang Bundanya untuk berangkat kerja. Dan ini merupakan dilemma yang cukup berat bagi seorang ibu bekerja di luar rumah. Hal lainnya:

  1. Membutuhkan Family Time, meskipun kita tetap berusaha untuk menciptakan quality dan quantity time bersama anak tapi tidak bisa mengganti waktu yang hilang bersama mereka karena saya masih harus tetap bekerja.

  1. Banyaknya saudara yang tidak memiliki penghasilan tetap, sedangkan mereka memiliki anak yang membutuhkan biaya terutama untuk pendidikan.

  1. Adanya potensi ibu-ibu di sekitar rumah produksi yang bisa disalurkan dengan kegiatan.

  1. Investasi masa depan, dengan berwirausaha artinya sama dengan menginvestasikan apa yang kita miliki sekarang untuk dimasa mendatang.

Mengapa mengambil jalur Womenpreneur di bidang fashion?

Saya sedikitpun tidak mempunyai dasar fashion, bahkan menjahit dengan mesin pun tidak bisa.  Saya bekerja di dunia yang jauh dari dunia fashion, saya bekerja di dunia perminyakan. Tapi saya suka melihat wanita terutama yang berkerudung tampil simple dan syar’i.

Awalnya saya membuat pakaian hamil dan menyusui untuk muslimah, berikut perlengkapannya seperti nursing cover, tas, dan lainnya. Tapi lama kelamaan banyak orang yang minta dibuatkan baju muslim. Dan akhirnya saya memilih jalur baju muslim. Plus membuat sepatu etnik berbahan batik.

Mudah-mudahan walaupun bermodalkan rasa suka dan cinta terhadap dunia fashion akan membawa berkah sebagai seorang womenpreneur.

Kendala dan Hambatan yang dihadapi sebagai seorang Womenpreneur.

Dalam menjalani usaha ini banyak kendala dan hambatan yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi , diantaranya :

  1. Kurang Fokus, karena saya masih berstatus sabagai pegawai jadi saya masih kesulitan untuk focus sebagai Full Womenpreneur. Selain waktu, juga tempat karena rumah produksi saya ada di Bandung sementara saya domisili di Bekasi, dan kerja di Jakarta.

  1. Sumber Daya Manusia, terutama tenaga kerja seperti Tukang pola, tukang jahit yang memerankan peranan penting. Perilaku yang kurang komitmen dari mereka sehingga seringkali produksi terbengkalai. Padahal semua sudah sesuai kesepakatan terutama mengenai gaji dan benefit.

  1. Pemasaran dan pengenalan produk kepada konsumen masih kurang. Karena kesempatan untuk mengikuti bazaar sangat jarang.

Target dan Impian

Target dan impian yang ingin dicapai sebagai womenpreneur yaitu :

  1. Retired Young Retired Rich, Stay Wealthy and Healthy bersama Rumah Urban.

  2. Menjadikan ibu ibu  sebagai womenpreneur yang produktif

  3. Membuka Outlet Rumah Urban

Comments

comments

Share