Mencari Keberkahan Dalam Sebotol Susu
Sebagai seorang introvert, berbisnis rasanya bukan profesi yang cocok untuk saya. Tadinya saya pikir begitu. Ternyata salah. Setelah pernah tercebur di salah satu MLM, saya baru menyadari kalau saya suka banget berbisnis. Ketemu banyak orang, menyerap ilmu, create something that makes everyone happy, build networking, seolah-olah jadi passion yang selama ini tertimbun dalam. 😅
Lalu akhirnya setahun lalu… saya meninggalkan bisnis MLM dan kembali menjadi freelancer desainer grafis, content writer, dan social media specialist. Bulan April lalu, saya memutuskan menjadi reseller untuk produk-produk yang dibuat oleh sahabat-sahabat dekat saya, dari mulai yogurt, susu kambing murni, susu kedelai murni, bir pletok dll.
Kenapa menjadi reseller mereka? Karena saya pikir, mereka punya produk bagus dan enak namun kurang bisa menjualnya. Progress-nya cukup baik hingga akhirnya di bulan Mei, bulan Ramadhan, saya membuat sendiri susu kurma untuk asupan nutrisi anak saya. Karena membuat dengan stok yang cukup banyak, akhirnya saya bagikan ke teman-teman. Di luar dugaan, mereka mereviewnya di social media dan akhirnya malah minta saya untuk membuatnya lagi.
Selepas Ramadhan, saya coba buat lagi dengan formulasi baru, semua bahan yang saya pakai juga premium. Saya mulai membeli botol dalam jumlah sedikit dan memutuskan untuk membuat label. Yang terjadi selanjutnya adalah orderan membludak! Tiap satu orang memesan minimal 10 botol. Sedangkan saat itu, saya hanya punya stock 100 botol. Mulai dari situlah, saya makin memberanikan diri untuk produksi lebih banyak lagi.
Sudah lama sekali saya tahu soal Inkubator Bisnis IWPC, namun hanya sekedar tahu IWPC hanya untuk orang-orang yg sudah memiliki bisnis sendiri yang berjalan sudah cukup lama. Ternyata malu bertanya, sesat di jalan. Setelah dijelaskan oleh seorang teman, bismillah saya beranikan ikut IWPC. Meskipun bisnis ini baru saja berjalan, saya ingin bisnis uni berjalan dengan benar.
Milk Hunter saya anggap sebagai anak saya, bayi yang baru saja saya lahirkan, yang membawa kebahagiaan dan harapan untuk saya. Selama ini, saya berjuang merawat ibu saya yang sakit dengan dana seadanya. Suami masih harus bekerja di Riau. Otomatis kami LDR-an. Tidak sampai hati saya meminta uang untuk biaya berobat ibu saya. Tapi setelah saya memiliki Milk Hunter, saya optimis. InsyaAllah dengan izin Allah dan dengan bimbingan dari para mentor di WPC, bisnis saya akan semakin berkembang dan bisa bermanfaat untuk banyak orang, khususnya untuk keluarga saya. Jika diibaratkan, seperti mencari keberkahan dalam sebotol susu.
Akhir kata, terima kasih untuk teh Arifiana Jahitan Bunda yang sukses nyemplungin saya di IWPC dan Bu Irma yang sudah mendirikan komunitas ini. Barakallah ❤️ Sampai bertemu September nanti insyaAllah yaaaa 🤗
Love,
Eyi

Comments

comments

Share