pia sabinPerkenalkan, Nama saya Herpianita Sabin, biasa dipanggil Pia, atau Mamapia nama beken yang juga dipakai untuk brand yang saya punya :).

Bisnis yang sedang saya geluti saat ini adalah bisnis fashion khususnya untuk ibu hamil dan menyusui, karena saya memang senang sekali bidang fashion ini (walaupun saya tidak bisa teknik desain pakaian๐Ÿ˜).

Selain ketertarikan saya di bidang fashion, saya melahirkan merek Mamapia ini awalnya berdasarkan pengalaman saya saat menyusui anak pertama tahun 2010, saat itu saya kesulitan mencari produsen & penjual baju menyusui untuk saya gunakan sendiri produknya, kemudian bulan Sept 2010 saya menyusul suami yang sedang tugas belajar (S2) ke Jepang.

Di Jepang saya mudah sekali mendapatkan baju-baju menyusui walaupun dengan desain & model yang terbatas.

Akhir tahun 2011 saya tetiba dapat ide untuk menjual baju-baju menyusui, yang saya beli dengan harga Sale di Jepang, jadilah tahun 2012 saya berjualan online baju-baju menyusui dari Jepang. Nama Mamapia (beserta logonya) sendiri baru saya buat akhir tahun 2012 dan langsung saya daftarkan untuk merek & logonya.

 

Akhir tahun 2012 akhir saya mulai coba2 untuk produksi sendiri baju-baju menyusui dan coba saya jual online dengan kuantitas yang terbatas ( karena keterbatasan modal juga ๐Ÿ˜). Saya mulai ikut komunitas-komunitas bisnis & banyak belajar bisnis secara online untuk lebih memantapkan Mamapia Nursing Wear, tapi apa daya, baru mulai belajar, ternyata suami dapat panggilan tugas untuk ditempatkan di Kairo, Mesir.ย  Jadi bulan Agustus 2013 saya berangkat ke Mesir dengan hati gundah gulana ๐Ÿ˜… karena harus meninggalkan Mamapia di saat belum siap untuk ditinggalkan, karena memang Mamapia saat itu sama sekali belum punya tim SDM & sistem yang memadai.

Dengan motivasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya lewat Mamapia & menjadikan Mamapia bisnis yang manfaat bagi banyak orang, mendorong saya ingin sekali bisa ikut IWPC.

 

Demikian sekelumit & sedikit kata tentang saya dan Mamapia Nursing Wear. Terima kasih.

 

Regards,

Pia Sabin

Comments

comments

Share