Karinka Ngabito – Kriya & Me Scraapbooking

Berawal dari kecintaan akan art & craft, semenjak remaja saya suka menulis buku diary dan menghiasinya dengan berbagai guntingan majalah, stiker-stiker lucu dan gemar membuat kartu ucapan sampai menghias sampul buku catatan sekolah dengan collage potongan gambar dan huruf dari berbagai majalah. 

karinka

Waktu berlalu, banyak berkutat dengan kegiatan kuliah dan bekerja kantoran selama beberapa tahun sebagai Graphic Designer di perusahaan swasta. Akhirnya keinginan untuk mempunya bisnis dan mengurus keluarga dari rumah tidak terbendung, saya berhenti kerja kantoran dan memulai bisnis butik dan katering, tetapi saya tidak terlalu menemukan passion saya dalam bisnis tersebut.

Sampai pada akhirnya ketika seorang keponakan lahir, saya ingin memberikan hadiah yang unik, berbeda namun tahan lama. Teringatlah salah satu hobi yang telah lama ditinggalkan, yaitu craft.  Mulai dari situ, saya mulai membuat memorabilia dari prakarya kertas, yang dikenal sebagai scrapbooking. Ketika memulai berkreasi, saya serasa menemukan hobi yang telah lama hilang dan mulai menyadari bahwa mungkin saja passion saya adalah di area ini.  Saya mencintai proses pembuatan scrapbooking dari pemilihan beberapa motif kertas hingga hiasan-hiasan apa yang akan digunakan untuk melengkapi “cerita” kita pada selembar halaman.  Perlahan saya mulai aktif kembali berkreasi dengan kertas-kertas dengan membuat beberapa kreasi scrapbook dalam bentuk pigura siap pajang, jurnal dan lainnya dengan label Kriya and Me Scrapbooking (www.kriyaandme.com). Hampir setahun kemudian, memberanikan diri untuk membuka gerai di Kota Kasablanka Shopping Mall dan juga mulai mengadakan workshop bagi para peminat scrapbook yang ingin belajar atau sekedar menyalurkan hobi dan kreatifitas baru.

 

Bergabung dengan WPC adalah salah satu cara saya untuk menimba ilmu, menambah teman dari sesama pebisnis perempuan dan bisa saling berbagi satu sama lain.  Ketika mengikuti IWPC I, niat saya pun hanya untuk menambah bekal ilmu untuk mengembangkan bisnis dan potensi diri, tidak memikirkan mau menjadi pemenang pertama, kedua, dan seterusnya karena dalam setiap kompetisi, yang harus pertama-tama kita kalahkan adalah diri sendiri.  Kalau mau maju, ya harus selalu berani menggali potensi diri dan ilmu. Setelah mengikuti program pembekalan IWPC selama tiga bulan, saya menemukan jawaban yang terlebih terarah dari para mentor, juri dan sesama peserta untuk mengembangkan bisnis saya, juga potensi diri saya. Saya jadi semakin fokus dan percaya diri dalam menjalankan bisnis saya dan membantu saya dalam mencapai impian saya untuk mempunya craft center di seluruh Indonesia.

 

Comments

comments

Share