womenpreneur,kompetisi,ide bisnisSebelum masuk ke IWPC 3, saya menekuni bidang membuat aksesoris bertema kartun dan tokoh komik. Mengapa? Karena sampai sekarang saya masih punya hobi yang awet dari kecil, yaitu membaca komik, menonton kartun, dan main game. Ditambah dengan hobi otak-atik, saya mulai menjual hasil karya saya, yang saat itu dengan bangga saya katakan sebagai “bisnis”.

Setelah masuk IWPC 3, baru saya sadar bahwa yang saya tekuni adalah “bisnis UKM”, alias Usaha Kalau Mood, Usaha Kalau Mau duit, dan sebagainya (bahkan sering tidak untung tapi happy aja karena tidak sadar kalau rugi). Tidak hanya duit, Mind Set dan manajemennya pun jauh dari kata “bisnis”.

Selama pembekalan IWPC 3, saya baru tahu apa itu “bisnis” yang sebenarnya, lalu dipaksa berpikir “out of the box” dan “menghargai karya sendiri”, termasuk “menghargai kekayaan negri”. Hasilnya, saya nekat membuat produk boneka dengan style Jepang tapi dilengkapi dengan kekayaan lokal, yaitu bahasa. Tidak hanya boneka, akhirnya saya memutuskan membuat produk karikatur yang selama ini saya anggap, “Cuma begini siapa yang mau?” dilengkapi dengan unsur bahasa lokal juga. Nekat? Banget. Kecintaan dan keprihatinan saya terhadap bahasa lokal lah yang membuat saya jadi bonek. Hasilnya? Tidak sedikit yang menertawakan ide saya. Minder dan semakin minder. Tetapi ada yang bilang, “terlanjur basah, ya sudah mandi saja sekalian” kan?

Di luar dugaan, mulai muncul orang-orang yang menghargai dan mensupport ide saya.

Entah mimpi apa, ide bisnis saya bisa masuk ke 10 besar. Jangankan 10 besar, saat pemilihan 20 besar saja saya malah duduk di pojokan belakang siap-siap pulang karena merasa tidak PeDe dengan ide saya, ehhhh, lha kok masuk 10 besar! Saat pengumuman 10 besar juga asik otak atik karikatur di stand. Untung standnya persis depan panggung. Kalau di pojokan belakang mungkin malah pulang, bukan maju ke depan.

Ada yang tanya, “Apa nggak rugi tuh ikut kompetisi pakai bayar??”. 10000% tidak. Ilmu, support, dan “penggemblengan” yang didapat , baik dari para mentor maupun dari sesama peserta benar-benar luar biasa. Betul kata para juri dan mentor, IWPC ini bukan kompetisi demi uang atau demi mengalahkan orang lain, tetapi IWPC adalah kompetisi mengalahkan diri sendiri. Bravo WPC!

Comments

comments

Share